حَدَّثَنَا أَيُّوبُ
بْنُ مُحَمَّدٍ الْهَاشِمِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زِيَادٍ، عَنْ
حَجَّاجِ بْنِ أَرْطَاةَ، عَنْ عَوْنِ بْنِ أَبِي جُحَيْفَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ:
أَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - بِالْأَبْطَحِ،
وَهُوَ فِي قُبَّةٍ حَمْرَاءَ، فَخَرَجَ بِلَالٌ فَأَذَّنَ فَاسْتَدَارَ فِي
أَذَانِهِ، وَجَعَلَ إِصْبَعَيْهِ فِي أُذُنَيْهِ.
Telah
menceritakan kepada kami Ayub bin Muhammad Al-Hasyimi, telah menceritakan
kepada kami Abdul Wahid bin Ziyad, dari Hajjaj bin Arthah, Dari Abu Juhaifah,
ia berkata, "Aku mendatangi Rasulullah SAW di Abthah, beliau tengah berada
di kubah merah. Lalu Bilal keluar, kemudian mengumandangkan adzan. Ia memutar
badannya saat beradzan dan meletakkan dua jarinya di kedua telinganya."
Takhrij
Hadits:
1.
Sunan
ibnu Majah no. 711
Intisari
Hadits:
1.
Dianjurkan
adzan dengan memutarkan badan dan memasukan telunjuk ke telinganya.
Komentar
Posting Komentar