حدَّثنا سليمانُ بن حرب
وعبد الرحمن بن المبارك، قالا: حدَّثنا حمّاد، عن سِماك بن عطيَّة (ح) وحدَّثنا
موسى بن إسماعيل، حدَّثنا وُهيَب، جميعاً عن أيوب، عن أبي قِلابة عن أنس قال:
أُمِرَ بلالٌ أن يَشفَعَ الأذانَ ويُوترَ الإقامةَ. زاد حمّادٌ في حديثه: إلا
الإقامة
Telah menceritakan kepada kami Sualiman bin
Harb dan Abdurrahman bin Al-Mubarak, mereka berkata: Telah menceritakan kepada
kami Hammad, dari Simak bin ‘Athiyyah.
(H) dan telah mencetitakan juga kepada kami
Musa bin Ismail, telah menceritakan kepada kami Wuhaib, semunya dari Ayub, dari
Abu Qilabah, Dari Anas, dia berkata, "Bilal diperintahkan supaya
menggenapkan kalimat adzan dan mengganjilkan kalimat iqamat. " (Dan dalam riwayat lain) ada tambahan; "Kecuali
iqamat. "
1. Musnad Ahmad, 19: 60, No. 12801
2. Shahih Al-Bukhari, 1: 125, No. 605
3. Shahih Muslim 1:266, No. 378
4. Sunan Abu Dawud, 1:383, No 508
5. Sunan At-Tirmidzi, 1:469 No. 730
6. Sunan Ibn Majah, 1: 241, No. 730
7. Sunan Ad-Darami, 2: 763, No. 1230
8. Sunan Al-Baihaqi, 1: 606 No. 1946.
Intisari Hadits:
- Dalam hadits ini terdapat perintah menggenapkan adzan yaitu dua kali dua kali.
- Perintah mengganjilkan iqamat, kecuali lafadz Iqamat.
- Lafadz Iqamat adalahQad Qâmatisshalat
Komentar
Posting Komentar