عَبْدُ
الرَّزَّاقِ، عَنِ الثَّوْرِيِّ، عَنْ نُسَيْرِ بْنِ ذُعْلُوقٍ قَالَ: رَأَيْتُ ابْنَ
عُمَرَ «يُؤَذِّنُ وَهُوَ رَاكِبٌ» قَالَ: قُلْتُ
لَهُ: أَوَاضِعٌ إِصْبَعَيْهِ فِي أُذُنَيْهِ؟ قَالَ: «لَا»
Abdurrazaq, dari
At-Tsauri, dari Nusair bin Dzu’luq, Ia berkata: Aku melihat Ibnu Umar Adzan
dalam keadaan berkendaraan. Ia (rawi) berkata: Aku bertanya kepadanya: Apakah
ia meletakan jari di telinganya? Ia berkata: Tidak.Takhrij Hadits:
1.
Mushannaf Abdurrazaq 1/ 470 No. 1816
1.
Dibolehkan adzan dikendaraan.
2.
Ibnu umar tidak meletakan jari ditelinganya kerena kondisi
beliau tidak memungkinkan untk melalukaknnya.
Komentar
Posting Komentar