أخبرنا أحمد بن علي بن
المثنى، حدَّثنا أبو الربيع الزهراني، حدَّثنا يعقوب بن عبد الله القمي، حدَّثنا
عيسى بن جارية. عَنْ جَابِرِ بْنِ
عَبْدِ اللهِ قَالَ: جَاءَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومِ إِلَى النَّبِيِّ - صلى الله
عليه وسلم - فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، إِنِّي مَكْفُوفُ الْبَصَرِ، شَاسِعُ
الدَّارِ، فَكَلَّمَهُ فِي الصَّلاَةِ أنْ يُرَخِّصَ لَهُ أنْ يُصَلِّيَ فِي
مَنْزِلِهِ، قَالَ: "أتَسْمَعُ الأَذَانَ؟
". قَالَ: نَعَمْ: قَالَ: "فَأْتِهَا وَلَوْ حَبْواً"
Telah mengabarkan kepada kami Ahmad bin Ali bin Al-Mutsanna,
telah menceritakan kepada kami Abu Rabi’ Az-Zahrani, telah menceritakan kepoada
kami Ya’qub bin Abdullah Al-Qumi, telah menceritakan kepada kami ‘Isa bin
Jariyah, dari Jabir bin Abdulah, Ia berkata, Ibnu Ummi Maktum dating kepada
Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam Ia berkata: Wahai Rasulullah, sesunguhnya aku
seorang buta, rumah jauh, lalu ia menceritakan tentang sholat agar beliau
memberi keringanan kepadanya sholat di Rumah, Nabi bertanya: Apakah engkau
mendengar adzan? Ia menjawab: Ya, Nabi bersabda: ‘Penuhilah Ia walaupun denga
merangkak”
Takhrij Hadits:
1.
MUsnad Ahmad 23/206 No. 14948
2.
Shahih ibn Hibban 411
Intisari Hadits:
1.
Kewajiban memenuhi panggilan adzan walaupun merangkak.
2.
Yang buta jika masih mendengar adzan maka wajib memenuhinya,
apalagi yang sehat dan normal.
Komentar
Posting Komentar