Langsung ke konten utama

21- Kewajiban memenuhi Shalat berjamaah apabila terdengar adzan (hadits ke-21)


أخبرنا أحمد بن علي بن المثنى، حدَّثنا أبو الربيع الزهراني، حدَّثنا يعقوب بن عبد الله القمي، حدَّثنا عيسى بن جارية. عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ قَالَ: جَاءَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومِ إِلَى النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، إِنِّي مَكْفُوفُ الْبَصَرِ، شَاسِعُ الدَّارِ، فَكَلَّمَهُ فِي الصَّلاَةِ أنْ يُرَخِّصَ لَهُ أنْ يُصَلِّيَ فِي مَنْزِلِهِ، قَالَ: "أتَسْمَعُ الأَذَانَ؟ ". قَالَ: نَعَمْ: قَالَ: "فَأْتِهَا وَلَوْ حَبْواً"
Telah mengabarkan kepada kami Ahmad bin Ali bin Al-Mutsanna, telah menceritakan kepada kami Abu Rabi’ Az-Zahrani, telah menceritakan kepoada kami Ya’qub bin Abdullah Al-Qumi, telah menceritakan kepada kami ‘Isa bin Jariyah, dari Jabir bin Abdulah, Ia berkata, Ibnu Ummi Maktum dating kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam Ia berkata: Wahai Rasulullah, sesunguhnya aku seorang buta, rumah jauh, lalu ia menceritakan tentang sholat agar beliau memberi keringanan kepadanya sholat di Rumah, Nabi bertanya: Apakah engkau mendengar adzan? Ia menjawab: Ya, Nabi bersabda: ‘Penuhilah Ia walaupun denga merangkak”

Takhrij Hadits:
1.       MUsnad Ahmad 23/206 No. 14948
2.       Shahih ibn Hibban 411

Intisari Hadits:
1.       Kewajiban memenuhi panggilan adzan walaupun merangkak.
2.       Yang buta jika masih mendengar adzan maka wajib memenuhinya, apalagi yang sehat dan normal.

Komentar