Langsung ke konten utama

18- Keutamaan Adzan dan Pahala Bagi Para Muadzin (hadits ke-18)

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ عَبْدِ الله بن عبد الرحمن بْنِ أَبِي صَعْصَعَةَ، عَنْ أَبِيهِ وَكَانَ أَبُوهُ فِي حِجْرِ أَبِي سَعِيدٍ الخدري، قَالَ: قَالَ لِي أَبُو سَعِيدٍ: إِذَا كُنْتَ فِي الْبَوَادِي فَارْفَعْ صَوْتَكَ بِالْأَذَانِ، فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - يَقُولُ: "لَا يَسْمَعُهُ جِنٌّ وَلَا إِنْسٌ، وَلَا شَجَرٌ وَلَا حَجَرٌ، إِلَّا شَهِدَ لَهُ"
Telah menceritakan kepada Kami Muhammad bin Shabah, telah menceritakan kepada kami Sufyan bin Uyainah, dari Abdullah bin Abdurrahman bin Abu Sha'sha'ah —dia dalam asuhan Abu Said— ia berkata: Abu Said berkata kepadaku, "Apabila kamu mengumandangkan adzan di pedesaan, maka keraskanlah suaramu. Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Tidak ada jin, manusia, pohon dan batu yang mendengarnya, melainkan akan menjadi saksi baginya'.

Takhrij Hadits:
1.       Sunan Ibn Majah 1/464 no. 721

Intisari Hadits:
1.       Suara adzan  dapat terdengar oleh makhluk lain sepanjang suara itu, maka dianjurkan agar mengeraskannya.
Makhluk yang mendengar adza itu akan menjadi saksi kelak.

Komentar